Home » » BNN Kekurangan Tempat Rehabilitasi

BNN Kekurangan Tempat Rehabilitasi

Written By beta on Senin, 06 Mei 2013 | 22.14


Anang Iskandar (Foto: Dede K/Okezone) Anang Iskandar (Foto: Dede K/Okezone)
JAKARTA - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Anang Iskandar mengklaim, untuk memberantas narkoba dari Indonesia diperlukan sarana rehabilitasi yang lengkap dalam jumlah yang lebih banyak.

Anang menyampaikan, saat ini Indonesia masih kekurangan tempat rehabilitasi bagi para pengguna narkoba. Menurut Anang, jika saat ini tempat rehabilitasi cukup, dia yakin Indonesia dapat terbebas dari penyalahgunaan dan peredaran narkoba.

"Dari empat juta pengguna narkoba setiap tahun, hanya 18 ribu orang yang tercatat direhabilitasi oleh pemerintah maupun swasta. Hal ini, dikarenakan kurangnya tempat rehabilitasi penyalahgunaan narkoba," jelas Anang di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

"Bisa dibayangkan kalau empat juta orang itu mendadak sembuh, karena direhabilitasi secara serempak, tentu Indonesia akan terbebas dari narkoba," lanjutnya.

Anang menegaskan, kalau narkoba tidak ada yang mengonsumsi, dengan sendirinya pasar narkoba akan mati. "Tapi, kenyataannya kita belum punya tempat rehabilitasi yang memadai," keluhnya.

Saat ini, Anang mengaku, pemerintah baru memiliki tiga tempat rehabilitasi, yakni di Lido, Jawa Barat; Baddoka, Makassar dan Kalimantan Timur. Sedangkan, pihaknya akan membangun satu lokasi lagi di Batam.

"Kalau idealnya di tiap kabupaten kota ada satu tempat rehabilitasi dan di tingkat provinsi minimal juga ada satu tempat rehabilitasi," pungkasnya.
Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Ambalotu Template | powered by Ambalotu
Copyright © 2011. Solusi Lengkap Download | Informasi Teknologi, Lifestyle dan Gadget - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ambalotu Template
Proudly powered by Blogger