Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Beruntung hal ini dapat diatasi dengan temuan sebuah studi baru yang menyatakan bahwa keinginan untuk memenuhi keinginan pasangan di atas ranjang akan secara otomatis meningkatkan gairah Anda.
Kesimpulan ini diperoleh setelah peneliti mempelajari 'kekuatan komunal seksual' atau keinginan untuk memenuhi kebutuhan seksual pasangan pada sejumlah pasangan menikah. Seluruh partisipan yang terdiri atas pasangan yang telah bersama dalam waktu lama ini diminta mengisi sebuah survei seks setiap harinya selama tiga minggu.
Empat bulan kemudian, dari analisis terhadap survei tersebut diketahui bahwa partisipan yang lebih memfokuskan diri pada keinginan suami atau istrinya di atas ranjang dilaporkan memiliki gairah yang lebih tinggi, termasuk hasrat seksual yang lebih besar pada pasangannya setiap hari daripada partisipan yang tak begitu ambil pusing pada keinginan belahan jiwanya.
"Ada banyak riset di luar sana yang menunjukkan bahwa berbuat baik pada orang lain itu memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan efek yang sama juga berlaku pada pasangan, bahkan lebih kuat," tandas ketua tim peneliti, Amy Muise, Ph.D., dari University of Toronto, Kanada.
"Lagipula mengetahui bahwa diri Anda dapat memuaskan pasangan adalah pendorong rasa kepercayaan diri yang luar biasa," tambahnya.
Namun Muise juga memperingatkan bahwa memprioritaskan kemauan si dia tanpa memperhatikan apa yang Anda inginkan juga takkan menghasilkan aktivitas seksual yang memuaskan kedua belah pihak.
Jadi solusinya, cobalah untuk berkompromi. Misalnya jika Anda biasanya melakukan seks oral pada pasangan karena si dia suka itu untuk foreplay, tanyakan padanya apakah pasangan juga mau melakukan apa yang Anda inginkan (sebagai timbal-balik) seperti bercinta sambil mandi atau seks kilat di pagi hari sebelum berangkat bekerja.
"Dengan begitu Anda berdua akan merasa bertanggung jawab atas keinginan satu sama lain," pungkas Muise, seperti dilansir Menshealth, Kamis (23/5/2013).
Studi ini telah dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science.





Posting Komentar