Home » » Review Film Mirrored Mind 2005 : Penggambaran yang Sureal dan Menangkap Kondisi Seseorang yang Depresi secara Realistis.

Review Film Mirrored Mind 2005 : Penggambaran yang Sureal dan Menangkap Kondisi Seseorang yang Depresi secara Realistis.

Written By beta on Sabtu, 29 Juli 2023 | 12.28


                                                                     "Mirrored Mind"
2005. 1h 1m 
Sebuah film
oleh Gakuryu Ishii



Depresi adalah gangguan mood atau suasana, kondisi emosional
berkepanjangan yang mewarnai seluruh proses mental (berpikir, perasaan,
aktivitas) seseorang yang ditandai dengan pikiran negatif pada diri sendiri,
suasana hati menurun, kehilangan minat dan motivasi, pikiran lambaT serta
aktivitas menurun. Depresi dapat mengenai seluruh lapisan masyarakat tanpa
membedakan status sosial, ekonomi dan pendidikan. Sutradara Gakuryu / Sogo
Ishii menggarap film ini berdasarkan pada pengalaman mantan pacarnya sendiri.
Sehingga film ini menangkap kondisi seseorang yang benar-benar depresi secara
realistis, kendati sorotan-sorotan yang disajikan terkesan surealis khas
karya-karya Sogo Ishii.




Film dimulai dengan gambar-gambar
abstrak dan hingar bingar kota diiringi suara lonceng bergema dan meditatif
yang terdengar seperti awalan musik tradisional Degung Bali dengan tempo
lambat. Seorang wanita muda melintasi pertigaan Shibuya di luar stasiun. Dia
kemudian duduk di samping jendela saat dia menceritakan masalah baru-baru ini
yang dia alami untuk membedakan kenyataan dari fiksi. Pria yang dia ajak bicara
tampaknya tidak simpatik, menyuruhnya mencari pekerjaan agar dia teralihkan
dari masalah psikologisnya. 


Ternyata ini adalah adegan dari film yang sedang
direkam, yang ditulis oleh wanita muda itu. Dia memberi tahu sutradara bahwa
dia tidak merasa dialog atau adegan itu benar-benar menyampaikan apa yang dia inginkan.
Dia juga kurang membantu, mengingatkannya bahwa mereka telah menghabiskan
banyak uang dan karena tindakannya di masa lalu, sulit baginya untuk
mendapatkan dana film. Dalam perjalanan pulang dia mampir ke agen perjalanan
dan sambil melihat ke jendela seorang wanita muda misterius muncul di bahunya.
Dia kembali ke apartemennya yang berantakan dan menuangkan banyak minuman untuk
dirinya sendiri. Kemudian terlihat ia berkeliaran melalui serangkaian
pemandangan indah yang diambil di Shibuya dan Bali, akhirnya bertemu dengan
wanita muda dari kota di pantai.




Film ini memang terasa panjang meski
berdurasi satu jam, dengan relatif sedikit kejadian. Namun, film ini terkesan sureal
dan menghipnotis. Soundtrack lonceng sumbang memiliki aura religius, bergema dengan
nada aneh yang menakutkan. Desain suara juga mengurangi kebisingan latar belakang
untuk menonjolkan rasa keterputusan (diskoneksi) dari hiruk pikuk kota dan
masyarakat.  Ceritanya memang memiliki
twist di bagian akhir yang diatur dengan baik dan terbayar meskipun ada banyak
hal yang harus dilalui sebelum sampai ke momen ini. Akting Miwako Ichikawa
sebagai pemeran utama sangat luar biasa, benar-benar menangkap karakter wanita
yang frustasi, kesepian, dan ketidakmampuan mewujudkan keinginannya sendiri.


Review Film Mirrored Mind

"Apakah kau merasa hidup? Aku tidak merasa hidup. Apalah itu kehidupan, aku tidak lagi merasa hidup."



    Miwako Ichikawa menghadirkan
sosok yang memiliki rasa bermusuhan, kemarahan, kekecewaan pada diri sendiri
maupun pekerjaannya. Ia kehilangan minat dan memiliki pandangan masa depan yang
suram. Pada filmnya, sosok gadis yang diperankan Miwako Ichikawa menenggak
begitu banyak pil setelah menghilang dan mengasingkan diri di pedesaan dan
pinggir laut. Namun seolah ingin menyampaikan bahwa harapan hidup dan masa
depan yang baik bukanlah tidak mungkin, percobaan bunuh diri gadis itu gagal
dan ia terbangun di rumah sakit kemudian melanjutkan hidup setelah beberapa
waktu berlalu.


Review Film Mirrored Mind



Saat ditonton, Mirrored Mind
menghadirkan sebuah pengalaman estetis, ada sesuatu yang menyentuh dari
psikologi protagonis. Tampaknya sang sutradara berusaha mengambil konsep
menyembuhkan problematika kehidupan dengan menggunakan metafisik dan
spiritiual.  Film ini menggunakan suara
dan sinematik alam untuk menceritakan kisahnya. Pemandangan laut yang luas
ditampilkan sebagai simbol dari hal lain yang tak terlukiskan, abadi, dan tidak
dapat dipahami yang tampaknya ditakdirkan untuk dicari oleh umat manusia tanpa
pernah menemukannya. 


Pemandangan kota sangat kontras dengan pemandangan alam
dunia lain yang damai tempat protagonis kita melarikan diri. Akhir film
menunjukkan bahwa hubungan dengan alam penting bagi manusia dan sesuatu yang
banyak orang lewatkan. Filosofi sentral film tersebut, tercermin dalam judulnya
bahwa dunia adalah cermin dari psikologi internal.


Konsep yang menarik dan
sekali lagi film ini menyuguhkan open
ending, 
memungkinkan penonton untuk mengambil keputusan sendiri atas alur
dan akhir cerita. "Mirrored Mind" adalah salah satu film yang berat
namun tetap dengan beberapa sinematografi dan desain suara yang memukau serta
tentunya meski sangat amat disayangkan relateable
dengan para penonton, yang berarti sebagian besar dari penonton kemungkinan
mengalami depresi. Dan tak sedikit yang menjadikan film ini sebagai comfort zone, nah bagaimana menurut Anda?

Share this article :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Ambalotu Template | powered by Ambalotu
Copyright © 2011. Solusi Lengkap Download | Informasi Teknologi, Lifestyle dan Gadget - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Ambalotu Template
Proudly powered by Blogger