Jakarta (ANTARA) - Aburizal Bakrie merupakan bakal
calon presiden yang paling banyak dipilih oleh pemilih pemula berusia 16
hingga 20 tahun, karena pertimbangan yang rasional berdasarkan survei
yang dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN).
"Hal ini bisa diketahui bersama bahwa kalangan muda ini adalah
kalangan yang rasional dan juga tidak ideologis. Yang penting capres
tersebut mampu mendekati pemilih pemula dengan cara sosialisasi secara
efektif," ujar Peneliti Utama LSN Dipa Pradipta di Jakarta, Minggu. Dipa mengatakan, sebagai seorang pengusaha, ARB sebagai Ketua Umum DPP Golkar dipersepsikan memiliki kompetensi di bidang ekonomi, sehingga diharapkan mampu mengatasi berbagai ketimpangan dan ketertinggalan Indonesia di bidang ekonomi.
Selain itu, survei menunjukkan bahwa pemilih pemula memilih ARB karena merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia, sehingga diharapkan tidak memiliki agenda berkorupsi jika menjadi presiden.
"Ini menunjukkan bahwa isu korupsi merupakan salah satu agenda penting dalam kehidupan bernegara lima tahun mendatang. Presiden 2014-2019 haruslah seorang yang secara potensial tidak akan melakukan korupsi," kata Dipa.
Pemilih pemula
Terkait isu korupsi, Dipa mengemukakan bahwa pemilih pemula menjadikan isu korupsi sebagai salah satu pertimbangan dalam memilih capres pada Pemilu 2014.
Sementara itu, lanjut Dipa, bakal capres dari Partai Hanura Wiranto menduduki posisi kedua menyusul ARB, karena dinilai mampu memimpin partai dengan baik tanpa sejarah korupsi di dalamnya.
"Bisa kami ambil kesimpulan bahwa Wiranto, dengan perkiraan Hanura sebagai partai bersih, itu dinilai berhasil memimpin partainya yang bersih dari korupsi, sehingga di kalangan pemilih pemula, wiranto ada di peringkat kedua," kata Dipa.
Sementara itu, lanjut Dipa, capres dari Partai Gerindra Prabowo Subianto yang selama ini menjadi "jawara" di beberapa lembaga survei, ternyata keterpilihannya masih kalah dibandingkan ARB dan Wiranto di kalangan pemilih pemula, dengan menduduki peringkat ke tiga.(tp)





Posting Komentar