Kemarin, Bloomberg menerima surat beracun yang mengandung zat ricin. Bloomberg dikirimi surat tersebut lantaran dirinya terlibat dalam perdebatan kebijakan pengontrolan kepemilikan senjata di Negeri Paman Sam.
Tepat pada hari ini, Secret Service mengonfirmasi bahwa surat yang dilayangkan untuk Obama, sama seperti yang diterima Bloomberg. Namun mereka menolak berkomentar lebih jauh mengenai hal ini. Demikian, seperti diberitakan Reuters, Jumat (31/5/2013).
Fasilitas pemeriksaan surat di Gedung Putih kini sudah berada di bawah pengawasan Biro Penyelidik Federal (FBI). Keamanan pun mulai diperketat seiring dengan munculnya surat itu.
Beberapa pekan yang lalu, aparat keamanan AS juga menemukan surat beracun yang ditujukan ke salah seorang pejabat AS. Mereka pun menangkap dan mendakwa seorang pria asal Tupelo, Mississippi, Everett Dutschke, atas peristiwa itu.
Aparat keamanan AS juga menyita surat yang dilayangkan ke Senator Roger Wicker di Mississippi. Setelah surat itu diselidiki, zat ricin kembali terlihat.
Ricin adalah zat yang seribu kali lebih berbahaya daripada sianida. Menghirup atau menelan zat tersebut kemungkinan berujung dengan kematian.
AS juga belum mengungkap sosok yang berada di balik aksi teror surat beracun itu. Penyelidikan atas kasus ini tampaknya akan terus berlangsung. (AUL)





Posting Komentar