Kata dia, rapat di luar gedung DPR apalagi di hotel berbintang lima jelas-jelas menghabiskan anggaran besar. "Kalau rapat di gedung DPR kan mereka tidak ada uang transport. Kalau di hotel dapat uang transport, makanan lebih enak," kata dia kepada Okezone, Jumat (31/5/2013).
Padahal, lanjutnya, tiap tahun ada anggaran untuk pemiliharan gedung DPR. Artinya, jika anggota dewan menggelar rapat di hotel berbintang, anggaran yang dihabiskan akan berlipat. "Itu double pemborosan. Kalau begitu kan mubazir," cetusnya.
Menurutnya, wakil rakyat itu sudah tidak peka lagi terhadap upaya penghematan anggaran. Seharusnya, kata dia, saat ini anggota DPR berpikir bagaimana menghemat anggaran. Di berbagai daerah, masih banyak rakyat yang belum bisa menikmati APBN.
"Karena anggarannya di makan DPR. Banyak rakyat yang kelaparan, seharusnya DPR tahu diri. Mereka betul-betul tebal muka," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, Komisi V yang membidangi perhubungan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, pembangunan pedesaan dan kawasan tertinggal, serta meteorologi, klimatologi dan geofisika memilih Hotel InterContinental di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta. Rapat untuk membahas anggaran dengan pemerintah digelar di ballroom B.
Pantaun Okezone di lokasi, Rabu 29 Mei 2013, rapat tersebut dimulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. Komisi tersebut membahas anggaran untuk desa tertinggal dengan Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (KPDT). Lucunya, pembahasan tersebut tidaklah begitu substansial karena hanya untuk mengambil keputusan semata.
Bahkan, beberapa anggota dewan justru berada di luar forum dan memilih berbicara dengan rekan-rekannya. (trk)





Posting Komentar